Saturday, May 28, 2005

Linuck Sux ; I LOVE M$

Sungguh enak nih kalo pake sistem operasi Produk Microsoft, Sistem Operasi WinXP pake office tool Microsoft Office2000, MsWord, Excell,Power Point, buka game solitaire. Semuanya bajakan, gratis kok gak perlu keluarin duit. Kalau ketahuan juga paling didenda, diangkut barangnya atau masuk penjara kali ya. Main game tinggal Copy dari temen atau beli yang seharga lima rebu perak. Hidup memang indah. Pake Product M$ gak perlu cape-cape mikir lagi karena pertama tahu SysOp adalah windows jadi semua begitu familiar mulai dari tempat penyimpanan file, program, seting desktop dll. Aku gak pengen tahu tuh source code nya kayak apa. Semua program tambahannya adalah bajakan seeppp. Kita semua rakyat Indonesia (sebagian besar yang tahu dan pake komputer)adalah di didik untuk memakai Sistem Operasi Windows. Perkantoran swasta maupun pemerintah sebagian besar masih pake windows tuh. Kepolisian, kejaksaan, Kehakiman dll masih pake windows gak ya ?? bajakan gak ya ?? mudah-mudahan aja masih. I LOVE BILL-ing GATES. O ia sekarang katanya masih rame isu sweeping... gpp sweeping aja deh terussss. gpp.

Sungguh tidak enak memakai Linuck, Apalagi KDE sebagai desktopnya. HUH. Office tool pake openoffice, memang sama sih fungsinya, cuma yang jadi masalah adalah saya tidak bisa mengingat letak tempat saya mengklik start-program--- cuma itu aja. Jika saya pake openoffice misal saya pake text document (kaya msword). Saya susah mengingat letak command dan shortcut yang saya pake kayak di msword.HUH.

AKU MEMANG BODOH !!!. SANGAT ADIL AKU BAYAR MAS BILL. THANX TO YOU BILL.
MENKOMINFO TOLONG DONG PINTERIN AKU/PAKSA AKU SUPAYA PINTER PAKE LINUCK SEPERTI KETIKA AKU TERPAKSA PAKE WINDOWS.
LINUCK IS STILL SUCK FOR ME.

5 comments:

d2nr said...

Cageur jang???? Saya suka linux tapi saya juga gak benci windows. Keduanya tidak bisa dibandingkan. Yang penting man behind the gun.
Hmm..kalo MacOSX gimana ya???hayang euy boga ibook...iraha nya hehehehe.

Anonymous said...

Aku setuju tergantung who is the man behind the gun(misal untuk keperluan grafis). Tapi kalo fungsinya hanya untuk browsing, chatting, ngetik, tabel, presentasi(aplikasi warnet dan rental komputer) artinya kalo tidak ada usaha untuk beralih dari software close source + bayar. Nasibnya adalah akan ada banyak uang yang lari keluar + terbodohi terus. Kalau semua orang Indonesia adalah seperti anda orang yang berkecukupan dan mampu membeli software M$ yang original maka tidak masalah. Lagian kalo saya suka linux dan tidak pake M$ untuk keperluan sendiri (kecuali dibayarin kantor :) ) dasarnya adalah freedom; semangat kebebasan. Kenapa Pemerintah sendiri tidak mendorong rakyatnya untuk beralih ke OS yang opensource, minimal di lingkungan pemerintahannya sendiri.Kalau mengambil ungkapan anda analoginya gun yang sekarang dibutuhkan kebanyakan rakyat indonesia itu senapan angin, ya tinggal buat aja ke cicalengka gak perlu beli ke amerika.

d2nr said...

Yup, saya setuju banget dan sependapat dengan situ. tapi siapa bilang saya orang yang berkecukupan (..tanya aja nanix)? saya cuma bilang saya gak benci windows ;). FYI,I am a linux geek as you too.

jangaro said...

kumaha NA teh,
masa suck ma lineux:D

dequr said...

Baru tahu dia